Duka Kabut Asap Karhutla: Palangka Raya Tertutup Pekat, Pemadaman di Tanjung Puting Terkendala

banner 120x600

Palangka Raya – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan terus menimbulkan dampak parah bagi masyarakat. Di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pekatnya kabut asap membuat matahari hampir tak tampak selama berbulan-bulan, melumpuhkan aktivitas warga serta mengancam kesehatan.

Situasi udara Palangkaraya tanggal 13/10/2026
Palangkaraya masih tertutup asap tanggal 13/10/2026

Kendala Pemadaman di Kawasan Konservasi
Upaya penanggulangan karhutla di lapangan menghadapi tantangan berat. Salah satu titik terparah berada di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang telah terbakar sejak September lalu. Hingga kini, titik-titik api di kawasan tersebut belum sepenuhnya dapat diatasi.

Upaya pengeboman air atau water bombing di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, dinilai masih belum memberikan hasil yang efektif dalam memadamkan kobaran api secara menyeluruh akibat luasnya area yang terbakar dan kondisi medan yang sulit dijangkau.

Dampak Luas bagi Warga
Kondisi ini memicu simpati mendalam bagi warga setempat yang harus bertahan di tengah kepungan asap pekat setiap harinya. Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas harian, paparan kabut asap berisiko tinggi menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Pemerintah dan aparat gabungan terus berupaya mengerahkan berbagai sumber daya, namun eskalasi karhutla yang kian mengganas menuntut langkah penanganan yang lebih komprehensif dan cepat demi keselamatan warga serta kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link