Empat Bandara yang masih ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau

Anak Krakatau Berstatus Siaga, Enam Provinsi Masuk Zona Dampak Hujan Abu

banner 120x600

Setelah sempat mengalami fase letusan tanpa jeda selama 25 jam sejak Jumat malam (4/9/2026), Badan Geologi menyatakan fase erupsi menerus tersebut kini telah berakhir. Karakteristik letusan hari ini telah kembali ke tipe strombolian (letusan kecil berulang). Saat ini statusnya tetap bertahan di Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona bahaya radius 3 kilometer. Akibat erupsi tersebut menimbulkan beberapa dampak, diantaranya :

Foto kondisi mobil warga Bekasi yang terpapar abu vulkanik Gunung Krakatau

Hujan Abu Vulkanik Luas : Dampak paling masif datang dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. BMKG mendeteksi sebaran abunya telah meluas hingga ke enam provinsi di Sumatra dan Jawa, meliputi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Gangguan Kesehatan : Warga di wilayah terdampak, seperti di Lampung Selatan, Serang, Bogor, hingga warga yang beraktivitas di Car Free Day (CFD) Bundaran HI Jakarta, mulai mengeluhkan mata perih dan sesak napas. Warga diimbau ketat menggunakan masker.

Lumpuhnya Transportasi Udara : Sebaran abu tebal yang membahayakan mesin pesawat memaksa otoritas berwenang melakukan penutupan sementara terhadap enam bandara. Pembatalan penerbangan terjadi di sejumlah bandara besar di Jawa dan Sumatra. Dan sampai hari ini, beberapa bandara masih ditutup untuk pelayanan penerbangan, diantaranya :
Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Intern II (Lampung) dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung). keempat bandara tersebut dikonfirmasi tutup sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Kecemasan Warga Pesisir: Suara dentuman dan gemuruh dari Anak Krakatau sempat memicu kepanikan warga pesisir Pandeglang dan Lampung Selatan karena trauma bencana tsunami 2018. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan tidak ada anomali gelombang laut dan erupsi ini sama sekali tidak berpotensi tsunami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link