Barito Kuala – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan kembali mendatangkan ancaman serius, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat akibat buruknya kualitas udara, tetapi juga keselamatan di jalur transportasi darat.
Kecelakaan Beruntun Akibat Asap Pekat di Barito Kuala

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, telah memicu terjadinya insiden kecelakaan beruntun. Jarak pandang di jalur tersebut dilaporkan sangat terbatas dan nyaris hilang, membuat para pengendara kesulitan melihat kondisi jalan serta kendaraan lain yang berada di depan mereka.
Akibat kondisi jalan yang tertutup asap pekat ini, tiga unit mobil SUV dilaporkan terlibat dalam tabrakan beruntun. Insiden ini menjadi pengingat nyata akan bahaya darurat karhutla yang kini tidak hanya mengganggu aktivitas harian dan memicu keluhan pernapasan warga, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan raya.
Dampak Luas dan Upaya Penanganan
Sebelumnya, berbagai wilayah di Kalimantan dan Sumatera juga dilaporkan mengalami “gelap” akibat pekatnya kepulan asap karhutla yang mengaburkan pandangan serta menurunkan kualitas udara secara drastis. Pemerintah bersama aparat gabungan terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan titik-titik api, termasuk di kawasan konservasi dan lahan gambut yang sulit dijangkau.
Aparat berwenang terus mengimbau para pengendara dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengurangi kecepatan, serta menyalakan lampu kendaraan saat harus melintasi kawasan-kawasan yang terpapar kabut asap pekat demi menghindari risiko kecelakaan lalu lintas susulan.


