Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 498 Orang, BGN Temukan Pelanggaran SOP Pengolahan Makanan

Dimasak 11 Jam Lebih Cepat Sebelum Dibagikan, Dapur SPPG Bawang Diduga Langgar Aturan SOP

banner 120x600
Bupati Batang mengunjungi korban MBG (24/9)

BATANG — Jumlah siswa dan wali murid yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan terus meningkat. Hingga Jumat (25/9/2026) pagi, total warga yang diperiksa tim medis telah mencapai 498 orang.

Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, menyampaikan bahwa dari ratusan korban tersebut, sebanyak 159 orang dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan, 319 orang menjalani rawat jalan, dan 20 orang lainnya masih harus menjalani rawat inap di puskesmas.

“Kondisi para korban yang dirawat per Jumat pagi secara umum sudah mulai membaik. Tidak ada korban meninggal dunia dan seluruh penanganan penanggulangan berjalan dengan baik,” ujar Suyono saat memberikan keterangan di RSUD Batang.

Guna mengantisipasi lonjakan pasien yang terus berdatangan, sejumlah fasilitas kesehatan di Batang telah menambah kapasitas tempat tidur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) turut disiagakan untuk membantu penyediaan logistik dan kebutuhan penanganan darurat.

BGN Temukan Pelanggaran SOP di Dapur Penyedia
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, ditemukan indikasi ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP). Proses pengolahan makanan diketahui sudah dimulai sejak Senin (21/9/2026) malam pukul. Padahal, makanan tersebut baru akan dibagikan pada Selasa pagi. Sesuai aturan SOP yang berlaku, memasak hidangan seharusnya baru boleh dilakukan setelah pukul 02.00 WIB dini hari untuk menjaga kesegaran dan kelayakan konsumsi.

Selain masalah rentang waktu pengolahan, BGN juga mencatat adanya pelanggaran pada standar fisik bangunan serta pengelolaan limbah yang kurang memadai di lokasi dapur SPPG Bawang. Hingga kini, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link