SERANG, KABAR360.ID — Misteri identitas jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, mulai menemui titik terang. Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya kecocokan dengan salah satu kru kapal yang membawa lima jurnalis sebelum rombongan tersebut hilang di perairan Selat Sunda.
Dokter Forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, membenarkan adanya hasil pemeriksaan yang menunjukkan kecocokan DNA tersebut.
“Sudah, informasi begitu,” ujar Donald saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Namun, Donald belum mengungkap identitas jasad maupun nama kru kapal yang DNA-nya dinyatakan cocok. Informasi lebih lengkap mengenai hasil identifikasi dan identitas korban akan disampaikan melalui konferensi pers.
Jasad pria tersebut sebelumnya ditemukan warga di wilayah Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026). Setelah dievakuasi, jasad dibawa untuk menjalani pemeriksaan forensik, termasuk proses identifikasi melalui pencocokan DNA.
Delapan Orang Hilang
Temuan jasad tersebut berkaitan dengan hilangnya delapan orang yang berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Rombongan tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah pencarian dilakukan selama beberapa hari, operasi SAR terhadap delapan orang tersebut akhirnya dihentikan. Hingga operasi dihentikan, belum ditemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan seluruh anggota rombongan.
Berikut delapan orang yang dilaporkan hilang:
1. M Bagus Khoirunnas — ANTARA
2. Ari Basuki — Merdeka.com
3. Yudistiro Pranoto — iNews
4. Firman Daus — Anadolu Agency
5. Donal Husni — Jurnalis lepas
6. Warta/Surahman — Kapten kapal
7. Sukarman — ABK
8. Heriyanto — Pemandu
Hasil pemeriksaan DNA terhadap jasad yang ditemukan di Enggano kini menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya mengungkap nasib delapan orang tersebut.


