KABAR360.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karhutla terjadi di Kabupaten Klaten dan Pemalang, Jawa Tengah.
Dalam periode Selasa (22/9) hingga Rabu (23/9) pukul 07.00 WIB, BNPB juga melaporkan banjir bandang di Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang berdampak terhadap 150 kepala keluarga (KK).
Di Kabupaten Klaten, karhutla terjadi pada Selasa (22/9) sekitar pukul 12.40 WIB. Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 7,7 hektare yang tersebar di sejumlah desa.
Lokasi terdampak meliputi Desa Drono, Kecamatan Ngawen; Desa Krakitan, Kecamatan Bayat; serta Desa Jambu Kulon dan Desa Dimas di Kecamatan Ceper.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan langsung melakukan asesmen dan pemadaman. Berdasarkan pemantauan hingga Selasa (22/9), api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dilaporkan kondusif.
Karhutla Juga Terjadi di Pemalang
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa (22/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kebakaran melanda lahan seluas sekitar satu hektare di Desa Sima, Kecamatan Moga.
BPBD Kabupaten Pemalang melakukan asesmen dan penanganan bersama unsur TNI, Polri, relawan serta masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas dan mengancam permukiman maupun aktivitas masyarakat.
BNPB melaporkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Banjir Bandang Tanggamus Berdampak 150 KK
Sementara itu, banjir bandang terjadi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa (22/9) sekitar pukul 02.00 WIB.
Banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Kota Agung Barat, yakni Desa Belu, Negara Batin, Kenyangan dan Teba Bunuk. Dampak juga dilaporkan terjadi di Desa Argopeni dan Desa Margodadi, Kecamatan Sumberejo.
Sebanyak 150 keluarga terdampak akibat kejadian tersebut.
Kerusakan dan dampak material yang dilaporkan meliputi 53 rumah, dua fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, 50 hektare lahan perkebunan, lima hektare lahan pertanian serta satu unit jembatan.
BPBD Kabupaten Tanggamus melakukan asesmen dan penanganan darurat terhadap warga terdampak.
Berdasarkan laporan terakhir pada Selasa (22/9), kondisi air telah surut dan warga terdampak dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing.
BNPB Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan, terutama di wilayah yang masih mengalami kondisi kering.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan.
BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah kebakaran meluas.
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak serta mengantisipasi potensi kejadian terulang kembali.




